Awal Maret dan Dilema Telat Gajian





















Awal bulan antara perasaan bahagia dan sedih masih tercampur aduk menjadi satu seperti gado - gado. Bahagia karena sudah mulai menempati kantor baru meskipun kantor belum sempurna.


Dan sedihnya waktu gajian belum datang juga. Hikss...

Apa yang kamu pikirkan ketika orang tuamu bertanya, "nak sudah gajian belum? Dan kapan kamu gajian?"

Sedangkan kamu hanya bisa berkata, "maaf pak, buk, jadwal gajian datang terlambat jadi belum punya uang". #nyesekbanget.

Hari ini (01/03) salah teman saya bercerita kalau orang tuanya menanyakan kapan dia mendapatkan gaji dibulan pertama dikantor. Tapi saya hanya bisa mengatakan kepadanya untuk sedikit bersabar. Beberapa hari lagi waktu gajian pasti akan datang, meskipun itu terlambat.

Kami tetap bekerja meskipun masih berharap tanggal gajian segera tiba. Teman saya ngga sabar menunggu  gajiannya yang pertama, sedangkan saya harus lebih bersabar lagi karena harus menunggu lebih dari dua minggu untuk mendapatkan hak saya sebagai karyawan.

Capek... mau ngapain aja berat. Karena kantong cuma terisi banyak nota. Tapi apalah saya, cuma karyawan biasa yang ngga bisa menuntut gajian cepat. Beruntung saya masih bisa mengandalkan sepeda saya untuk berangkat bekerja.

Meskipun saya sudah naik kelas sebagai leader, tapi saya tidak bisa berbuat banyak untuk mendapatkan gaji tepat waktu selain menunggu. Yah, kadang kesabaran memang ada batasnya. Tapi untuk saat ini, kesabaran saya sepertinya sedang diuji.

Jangankan minta gaji, wong minta uang buat syukuran kantor aja dimarahi. Mengajukan dana dan barang inventaris aja diphp-in. Terus kudu piye? Mungkin jika orang lain yang ada diposisi saya, mereka akan menyerah.


Kamu harus sabar, meskipun apa yang kamu jalani sulit dan compicated banget. Let's wait and see. What will happened then?

Saya ingat apa kata mas Sholeh, "Sabar ndukk.... ndukk.... It's begin... You have to be strong and don't give up".

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini